Selasa, 24 April 2012

Novena Tiga Salam Maria menjawab keputus asaan

Doa Novena merupakan salah satu doa pegangan saya sejak kecil yang diajarkanoleh orang tua saya, dimana doa Novena ini didoakan 9 (sembilan) kali selama 9 (sembilan) malam berturut-turut. Dalam doa ini kita memohon kepada Bunda Maria sebagai perantara doa kita.
Bunda Maria bunda Yesus, bunda yang penuh belas kasih akan yang senantiasa menemani kita dalam setiap langkah kita. Bunda yang selalu menjadi sandaran bagi umat Katholik yang selalu menjadi perantara.
Maaf, jangan bilang ini sebuah kesaksian dari saya...karena saya bukanlah saksi tetapi saya menulis ini sebagai ucapan terimakasih kepada Bunda Maria yang senantiasa menjadi perantara doa saya hingga terkabulnya permohonan saya terutama pada saat saya benar-benar jatuh & putus asa.
Putus asa bukanlah akhir perjalanan cerita hidup anda, tetapi putus asa adalah masa dimana anda down, masa vakum dimana anda mengalami kebuntu an. Bayak orang putus asa kemudian melampiaskan keputus asaan itu pada hal-hal yang tidak lazim dan tidak diperbolehkan dalam hukum gereja maupun hukum negara, misal sebagai contoh : merusak fasilitas keluarga atau fasilitas umum, minum sampai teler bahkan sampai tidak bisa bangun, gantung diri, minum racun dan lain sebagainya. Mengapa kita tidak mencoba untuk berdoa mencoba untuk pasrah (jawa: sareh).
Rekan-rekan muda katholik, yuk mati kita coba menghadapi keputus asaan itu dengan berdoa, saya yakin 100% kita akan mendapatkan jawaban atas keputus asaan itu. Mengapa saya yakin ??? karena saya sudah mengalami sendiri, tiap hari minum (mendem omben-omben) hanya untuk menutupi sebuah kekecewaan, hanya untuk melampiaskan keputus asaan. Tak perlu lah saya jelaskan panjang lebar tentang efek minum maupun indahnya situasi saat koleps alias miring, anda bisa berfikir sendiri "sudah benarkah" yang anda lakukan ??? Bagaimana perasaan orang-orang yang menyayangi anda ketika anda miring karena putus asa...??

hehehe...mau marah saya ngomong gini ??? monggo..silahkan kalo mau marah...tapi suatu saat anda pasti akan menemukan jawabannya.

eit...jangan lupa...jika kita berdoa, mintalah dengan sopan, jangan ngeyel..toh kita hanya manusia yang hanya bisa pasrah....okay...

keep spirit & Berkah Dalem Gusti Yesus...........

Selasa, 25 Mei 2010

Berapakah Tuhanmu ?

"Orang Katolik menyembah tiga tuhan!!" Tuduhan ini sering kali ditujukan kepada orang Katoliki oleh mereka yang kurang meneliti pengajaran tentang 'Ketuhanan' yang sebenarnya. Untuk rekan-rekan katolik yang hidup sebagai kaum minoritas, adalah sangat penting untuk kita memiliki satu pengetahuan yang jelas tentang keesaan Allah (dari Alkitab) yang dapat meyakinkan bahwa kita memang menyembah satu Allah yang benar, tanpa menafsirkan Dia sebagai Bapa, Anak dan Roh. Petikan-petikan di bawah mungkin dapat membantu:

Rencana Tuhan untuk Penebusan

Jika tidak ada sebarang alasan untuk penebusan, Tuhan tidak akan merencanakannya. Kristus berkata di dalam Matius 20:28 "Kamu harus berbuat demikian kerana Anak Manusia datang bukan untuk dilayani : Dia datang untuk melayani orang serta menyerahkan nyawanya untuk membebaskan banyak orang". Juga di dalam Yahya 3:16 Kristus berkata: "Allah sangat mengasihani orang di dunia ini sehingga Dia memberikan Anaknya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada Anak itu tidak binasa tetapi beroleh kehidupan yang sejati dan kekal."
Dalam

Penebusan Kesusilaan Manusia diperlukan

Ini adalah benar bahawa manusia mempunyai kesusilaan dan perasaan yang sentiasa untuk penghargaan yang tinggi, keadilan serta kesucian. Jika seseorang tidak senang dengan dosanya dan tidak dapat mencari penebusan, dia mempunyai masalah di dalam jiwanya dan akhlaknya terganggu.
Juga bersetuju bahawa manusia, walaupun jatuh ke dalam perbuatan dosa, perasaan bimbangnya tidak dapat dimusnahkan. Kekuatan kesusilaannya sentiasa boleh mengerti yang mana betul atau salah dan mengambil keputusan untuk memusnahkannya ataupun untuk melakukannya (kebajikan).
Kita boleh berkata bahawa perasaan ini adalah suara Tuhan, Penciptanya , dan sama sekali bertindakbalas kepada hukum undang-undangNya yang telah diberikan melalui Nabi Musai, walau pun perasaan kebimbangan ini sahaja tidak dapat menyelamatkan manusia daripada penghakiman.